Benda Angkasa di Bima Tak Terkait Meteor Duren Sawit
TEMPO Interaktif, Bandung - Benda angkasa yang berjatuhan di Indonesia dalam beberapa hari ini tak saling berhubungan. Setelah meteor jatuh di Duren Sawit, benda dari angkasa kembali jatuh di Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin kemarin.
Menurut peneliti senior astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin, rangkaian kejadian itu hanya kebetulan saja.
Menurut dia, tak ada fenomena luar biasa yang terjadi di angkasa akhir-akhir ini. Batuan dan benda angkasa lainnya di atas bumi pun tidak ada yang berkumpul dalam satu gugusan. “Jadi waktu dan lokasi jatuhnya sangat acak sekali,” jelas dia.
Djamaluddin menyebut benda angkasa di Bima dan meteor di Duren Sawit itu jatuh secara sporadis. Kejadian itu bukan pula bagian dari fenomena hujan meteor. “Kalau hujan meteor itu besarnya hanya sepasir kecil, kalau sporadis bisa lebih besar,” ujar dia.
Meteor sporadis itu bisa berasal dari material komet yang lintasannya dekat dengan orbit bumi atau batuan angkasa asteroid yang melayang di angkasa. “Paling banyak berasal dari sisa pembentukan tata surya,” kata dia.
Dia membantah adanya daerah khusus di bumi yang rawan kejatuhan meteor. Sebab, benda-benda angkasa.itu bisa jatuh di mana saja. “Ada juga yang jatuh di hutan, laut, tapi mungkin tak ada yang melihatnya,” ujar dia.
ANWAR SISWADI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar